a. Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi informasi dalam lingkungan global sangat
begitu pesat dan dampaknya telah kita rasakan sampai sekarang ini, baik
dampak positif maupun dampak negatif. Untuk itu fungsi ibadah sangat
berperan penting dalam perkembangan teknologi informasi, dengan
beribadah kita dapat memfilter perkenmbangan dan kita terhindar dari
dampak negatifnya.
Teknologi informasi saat ini adalah salah satu perkembangan yang sangat
mutakhir dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dalam perkembangan
teknologi informasi inilah kita harus waspada dan tetap harus
menempatkan diri kita ditempat yang benar agar tidak terpengaruh
terhadap perkembangan dan dampak negatif dari perkembangan teknologi
informasi saat ini.
Pasal 28C (Teknologi)
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan
haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menunjukkan jati
dirinya dalam peradaban manusia dewasa ini. Sudah tentu tidak dapat
diingkari dan dipandang sebelah mata, peran perkembangan teknologi
informasi telah memberikan share yang signifikan terhadap nilai tambah
ekonomi. Efisiensi dalam berbagai bidang, khususnya dalam masalah waktu,
tenaga dan biaya melalui kecepatan dan ketepatan informasi, serta
performa fisik telah dapat ditingkatkan dengan sangat drastis, sekaligus
berarti telah mampu mengefisienkan penggunaan tempat dalam artian
kapasitas ruang. Bukan itu saja, penampilan fakta konkret dari sebuah
situasi dan kondisi yang dapat diakses dari tempat berbeda secara
bersamaan dan dengan durasi tanpa batas, telah menganulir akan
keragu-raguan terhadap eksistensi kejujuran manusia. Bahkan, kejujuran
itu sendiri yang tadinya hanya sebagian dapat dideteksi melalui sorot
mata, pada saat sekarang ini dengan kemampuan teknologi mampu
mengolaborasi gelombang emosi, sehingga dapat diidentifikasi tingkat
kejujuran yang diimplementasikan.
Kehidupan ke depan sebagian besar akan dininabobokan oleh
kemjuan teknologi informasi tersebut. Kelompok masyarakat yang maniak
terhadap perkembangan teknologi informasi, memiliki kemampuan yang
sangat tinggi dalam memprovokasi, dan memberikan pengaruh kepada
lingkungan. Dengan bumbu kecanggihan dan kepraktisan yang ditawarkan,
serta pemahaman manfaat ekonomis yang diberikan melalui kemudahan dan
daya guna yang ditimbulkan oleh kemajuan tersebut, telah mampu menyeret
lingkungan untuk menjadi pengikutnya, sehingga menjadi anggota yang
secara tidak langsung justru menjadi lebih fanatik terhadap
ketergantungannya pada kemajuan teknologi tersebut. Jika masyarakat
sudah terlena terhadap ketergantungan akan pemanfaatan kemajuan
teknologi, mestikah harus apriori terhadap perkembangan sektor yang satu
ini? Hanya yang perlu disinkronkan adalah bagaimana pesatnya kemajuan
teknologi tersebut, dapat diimbangi oleh kedewasaan pola pikir
masyarakat dalam peradaban masing-masing. Sehingga semua manfaat positif
yang terkandung di dalamnya mampu dimanifestasikan agar mampu membantu
dan mempermudah kehidupan masyarakat.
Harkat kemanusiaan masih tetap terjaga seiring dengan
kemajuan teknologi, inilah menjadi kewajiban semua pihak untuk terus
ditanamkan agar keseimbangan dapat dipertahankan. Tidak dapat dimungkiri
dengan kompleksnya permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan, sudah
mampu dibayangkan bagaimana krodit dan ruwetnya jika tidak diimbangi
dengan perkembangan teknologi. Teknologi telah membuat segalanya menjadi
lebih sederhana dan sangat simpel. Perkembangan dari yang sederhana
melalui perjalanan mulai dari kapasitas ato, pemko, piko, nano, mikro
dan mili, sampai kilo, mega, giga, dan sebentar lagi tera. Kapasitas
tera setara dengan sepuluh pangkat enam kapasitas giga (1 tera = 106
giga). Jadi dapat diprediksi berapa besarnya kapasitas data dan
informasi yang dapat disimpan dari sebuah paket data yang hanya sebesar
satu tera. Kemampuan ini sebentar lagi akan merajai paket komputer dan
peralatan lainnya, sehingga betapa mudahnya kemanjaan yang diberikan
oleh perkembangan teknologi. Perkembangan dari yang sederhana sampai
dengan sekarang ini telah banyak menghabiskan tahun dan biaya eksplorasi
serta penelitian, sehingga sepantasnyalah masyarakat dalam memanfaatkan
produk teknologi tersebut dapat menspesifikasi bagian yang bermanfaat
dalam kehidupan tanpa mengurangi nilai-nilai kehidupan itu sendiri.
Dampak dari adanya perkembangan teknologi semua sudah dapat merasakan,
mulai dari kecanggihan video audio, pesawat televisi, air conditioner,
telepon seluler, ipod, komputer sampai peralatan rumah tangga. Hampir
semua komoditas tersebut menawarkan kemanjaan terhadap tiap inci dari
tubuh manusia yang juga kelihatannya setiap saat membutuhkan
sentuhan-sentuhan kemanjaan tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang
kalang kabut karena AC tidak jalan, handphone tidak ada sinyal, komputer
hang, email yang diblokir, sampai pemanas air yang tidak berfungsi.
Sangatlah panjang jika disebutkan satu per satu, tetapi yang jelas
produk-produk tersebut jika terdapat gangguan membuat situasi menjadi
tidak nyaman dan kerja menjadi sangat tidak menggairahkan. Ini artinya
betapa ketergantungan terhadap teknologi semakin lama semakin
mencengkram dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada salahnya untuk mencermati dan waspada, karena dengan berbagai
kemudahan yang ditawarkan sedikit demi sedikit telah mengubur kemampuan
manusia, mematikan kerja psikomotorik, serta intuisi menjadi tidak tajam
lagi. Padahal semua tahu bahwa ketajaman intuisi sering memberikan
hasil di luar yang diperkirakan. Jika intuisi tidak terasah dengan
adanya kemudahan tersebut, ibarat keterampilan jika tidak sering
dipergunakan maka semakin lama menjadi tidak terampil lagi. Tanggung
jawab dibebankan pada minimal diri sendiri, keluarga, lingkungan
masyarakat dan pemerintah untuk memberikan harmonisasi melalui tambahan
pendidikan dan keterampilan yang mampu mengasah ketajaman intuisi
tersebut. Intuisi dapat mengalahkan kecanggihan teknologi, dan intuisi
sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang semestinya terus dipupuk, dan
dikembangkan untuk sebuah kehidupan yang ideal. Sementara dampak
teknologi telah mulai terasa dengan menyusutnya rasa kekeluargaan dan
kebersamaan. Sebuah rumah tangga bisa jadi bukan merupakan sebuah tempat
tinggal, karena di dalamnya sudah tidak terdapat kehangatan. Orangtua
sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak sempat bercengkerama dengan
anggota keluarga, di pihak lain anak-anak sibuk dengan permainan video
game, televisi dan ber-SMS-ria. Akhirnya kontak kemanusiaan di dalam
rumah tangga tersebut menjadi kering, tidak memiliki sukma, dan rumah
hanya menjadi sebatas tempat persinggahan yang selanjutnya ditinggalkan
tanpa memberikan kesan apa-apa. Kondisi ini jelas bukan menjadi rumah
tangga yang didambakan. Kecenderungan seperti ini mestinya sudah
terdeteksi sejak awal, dan ada upaya untuk mengarahkan pada rel yang
seharusnya dari seluruh lingkungan keluarga sendiri.
Dampak lain dari kemajuan teknologi telah melahirkan budaya
plagiat mulai dari tempe, tahu, batik, lagu, karya ilmiah, sampai dengan
budaya yang diklaim oleh pihak lain. Ini tidak lain karena kemajuan
teknologi tidak seimbang dengan kedewasaan berpikir, akhirnya saling
melempar tanggung jawab dan bermuara pada menipisnya nilai solidaritas
dan kemanusiaan umat. Semoga semua mata terbuka, bukan hanya untuk
melihat, tetapi mencermati keganjilannya serta berupaya untuk
memperbaikinya. Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa
orang ke dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena
dirasakan lebih mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan
memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi informasi
menimbulkan pula sisi rawan yang gelap sampai tahap mencemaskan dengan
kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi
informasi yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara.
Masalah kejahatan mayantara dewasa ini sepatutnya mendapat perhatian
semua pihak secara seksama pada perkembangan teknologi informasi masa
depan, karena kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime
(kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime
(kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang
selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara
berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di
dalam kehidupan moderen dari masyarakat informasi akibat kemajuan pesat
teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi,
terorisme digital, “perang” informasi sampah, bias informasi, hacker,
cracker dan sebagainya.
b. Keluarga : Kurangnya bimbingan dan pengawasan orang tua sudah
pasti akan membuat anak menjadi liar, orang tua yang terlalu percaya
kepada anak tanpa mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh anak-anaknya
merupakan tindakan yang salah yang berakibat fatal bagi si anak sendiri.
Bahkan bukan tidak mungkin sebenarnya orang tua sendiri yang
menjerumuskan anaknya.
Orang tua juga seringkali memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Memperhatikan pendidikan dasar agama dan prakteknya.
- Berkomunikasi yang baik dan benar dengan anak-anak.
- Mempunyai waktu yang cukup dengan anak (terlalu sibuk dengan urusan sendiri misal pekerjaan).
- Tanggap dan gagap teknologi
c. Lingkungan : Sekuat apapun kita mempertahankan diri kalau
lingkungan dan orang-orang terdekat kita tidak mendukung kita, bukan
tidak mungkin kita yang akhirnya terikut dengan mereka.
d. Uang : Di zaman sekarang ini uang adalah segala-galanya, tolok
ukur seseorang ada pada uang, kehormatan, harga diri semua diukur
dengan uang. Makanya orang-orang yang kebutuhannya tidak terpenuhi
mencari penghasilan tambahan dengan cara seperti itu, dengan iming-iming
uang semua menjadi tidak berarti. Apa yang harampun dihalalkan.
e. Iman yang lemah : Seseorang yang tidak punya iman dihatinya
sudah pasti dia tidak tahan dengan godaan duniawi yang memang berat,
sekecil apapun godaan itu apalagi godaan berat.
f. Ketagihan : Sex sama seperti orang makan, kebutuhan mutlak
setiap orang. Tetapi kalau dia tidak dikelola dengan benar akibatnya
bisa gawat. Sekali saja mencoba pasti akan mau lagi, dan mau lagi, sama
seperti kecanduan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar